Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Perusahaan
Kalau Anda ingin menjual lebih banyak, sepertinya Anda harus membaca tulisan ini.
Pernah lihat corong? Ya, kalau zaman dulu kan kompor pakai minyak tanah. Jadi, minyak tanahnya dituangin dari jerigen ke kompor pakai corong. Atasnya lebar, tapi makin ke bawah makin menciut. Bentuknya seperti kerucut.
Nah, dalam menjual Anda juga bisa melakukan hal yang sama. Saring dulu orang-orang yang kemungkinan minat alias berpotensi membeli produk. Kami di Kampus Umar Usman juga melakukannya. Tanpa spanduk, tanpa baliho, tanpa brosur, alhamdulillah kami bisa menjaring calon-calon mahasiswanya.
Kadang kita menghabiskan waktu dengan memikirkan segmentasi dan targeting. Jelas, kedua-duanya diperlukan. Tapi kalau dipakai berlebihan, itu bisa memperkecil pasar. Beneran, memperkecil pasar. Jadi mestinya? Jaring dulu, baru saring. Nah, segmentasi dan targeting adalah proses menyaring.
Joe Girard, seorang penjual terbaik dan terkenal, juga memiliki cara pandang begitu. Jaring dulu, baru saring.
Kapan-kapan kita sambung lagi ya. Happy action!
Tampilkan postingan dengan label Motivator Bisnis Terbaik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Bisnis Terbaik. Tampilkan semua postingan
Senin, 12 Desember 2016
Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia Terkenal, Motivator Perusahaan
Rabu, 10 Agustus 2016
Motivator Indonesia Muslim, Ippho Santosa, Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia
Motivator Indonesia Terbaik dan Terkenal di Youtube
Saya bertemu Andrie Wongso pertama kalinya di Batam, kalau tidak salah, tahun 2006. Tepatnya, melalui dua seminar motivasi. Karena saya adalah bagian dari panitia, saya pun menemani Pak Andrie ke mana-mana. Sambil makan-makan, kami pun ngobrol panjang-lebar soal bisnis, keluarga, dan kehidupan. Ada beberapa hal yang saya konsultasikan sama Pak Andrie. Dan terlepas dari itu, kemudian Pak Andrie pun memberi endorsement untuk salah satu buku saya.
Nah, berhubung saya hijrah ke Jakarta pada 2011, maka pertemuan-pertemuan saya dengan Pak Andrie yang berikutnya lebih sering terjadi di Jakarta. Pernah kami berdua diundang oleh stasiun televisi untuk berbagi inspirasi dan motivasi. Pernah juga kami bertemu di sebuah acara Kelompok Kompas-Gramedia. Terakhir, kami bertemu di Garuda Executive Lounge sembari ngobrol banyak soal spiritualitas dan kehidupan.
Bagi masyrakat luas, Andrie Wongso memang sosok yang luar biasa. Meski tidak tamat SD alias putus sekolah, namun ia berhasil mengejar impiannya menjadi aktor di luar negeri, lalu kembali ke Tanah Air menjadi pengusaha (Harvest) dan motivator. Sebagai motivator nomor satu di Indonesia, kendati sudah berusia 60-an, ia tetap fit dan fresh ketika berseminar ke mana-mana. Boleh dibilang ia sudah berumur, tapi kalau Anda adu badminton dengannya, kemungkinan besar Anda akan terengah-engah.
Kembali ke dunia motivasi. Kalau bicara soal menggugah, harus diakui, Andrie Wongso memang jagonya. Tak sedikit orang yang meneteskan air mata sewaktu menyimak gugahan-gugahannya. Sebagian dari Anda mungkin pernah mengikuti seminarnya dan merasa tercerahkan. Pada 21 Juni 2015, saya dan Andrie Wongso memberikan seminar bersama, yang juga dihadiri Tung Desem Waringin dan James Gwee. Di mana seluruh tiket yang terjual di seminar ini, didonasikan untuk tujuan sosial. Betul sekali, untuk sedekah. Dan pembicara tidak dibayar sama sekali.
Kalau Andrie Wongso yang putus sekolah saja bisa sukses dan menginspirasi jutaan orang, pastilah kita semua juga bisa. Insya Allah. Mari perjuangkan impian kita. Dan demi menjadi yang terbaik, sudah sepantasnya kita belajar dari yang terbaik. Selamat belajar, selamat berjuang!
Ippho Santosa adalah 1 dari 24 Tokoh Kebanggaan 2013 menurut RCTI. Untuk mengundangnya dalam seminar nasional dan in-house seminar, klik >> ippho.com
Selasa, 09 Agustus 2016
Motivator Indonesia Muslim, Ippho Santosa, Trainer Indonesia Terkenal, Motivator Dunia
Motivator Indonesia Terkenal Youtube
Training motivasi dan training karyawan sering dijadikan sarana demi mencapai target. Yah, boleh-boleh saja.
Dan inilah seruan saya kepada mereka, "Target mesti dikejar dengan sungguh-sungguh. Tak bisa diraih dengan berlambat-lambat dan bermalas-malasan. Taining motivasi kerja dan seminar motivasi karyawan bukanlah segalanya."
Banyak orang orang memutuskan untuk jadi karyawan. Sukseskah mereka? Mungkin saja. Nah, banyak pula orang yang memutuskan berhenti jadi karyawan, terus jadi pengusaha. Sukseskah mereka? Mungkin juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah karyawan yang coba-coba jadi pengusaha tapi ragu-ragu.
Banyak orang yang menonton petinju yang bertanding di atas ring. Selamatkah mereka? Kemungkinan besar, selamat. Nah, ada pula satu-dua orang yang memutuskan untuk jadi petinju dan bertanding di atas ring. Selamatkah mereka? Yah, selamat juga. Kedua-duanya selamat. Terus, siapa yang celaka? Yang celaka adalah penonton yang coba-coba jadi petinju tapi ragu-ragu. Bagaimana dengan Manny Pacquiao dan Floyd Mayweather? Hehehe, Anda jawab sendirilah.
Seorang perampok akan berhasil merampok ketika ia yakin. Sebaliknya, seorang ulama sekalipun, akan gagal berdakwah ketika ia ragu-ragu. Pembicara atau motivator, yah sama saja. Oleh karena itu, ambillah sebuah keputusan dengan yakin. Y-a-k-i-n. Itulah ciri seorang pemenang. Saat Anda ragu-ragu, sebenarnya Anda yakin untuk gagal. Wong sudah yakin saja masih gagal, apalagi kalau ragu-ragu? Bukankah begitu?
Ippho Santosa adalah International Trainer yang telah mencerahkan jutaan orang di belasan negara di empat benua. Buku terbarunya berjudul Success Protocol. Berbagai kementerian dan BUMN sering mengundangnya. Untuk mengundangnya in-house seminar, klik >> www.ippho.com
Langganan:
Postingan (Atom)



