Motivator Indonesia Terbaik, Motivator Indonesia, Motivator Indonesia Terkenal
Salah satu orang terkaya di Tiongkok, Jack Ma, pernah memberikan sebuah pesan yang amat berharga:
* Saat kita berusia 20-an tahun, beranilah mengambil risiko (take a risk).
* Saat kita berusia 30-an tahun, temukan boss yang tepat (find the right boss).
* Saat kita berusia 40-an tahun, fokuslah pada satu bidang (focus on single field).
* Saat kita berusia 50-an tahun, invest-lah pada orang muda (invest to young people).
* Saat kita berusia 60-an tahun, berbagi dan mengajarlah (share and teach).
Mari kita perhatikan poin pertama dan kedua (usia 20-an dan 30-an). Karena di sini Jack Ma melanjutkan pesannya yang amat berharga. Kalau Anda masih muda, maka yang terpenting adalah:
- dengan siapa Anda bekerja.
- BUKAN di perusahaan mana Anda bekerja.
- karena dari orang yang tepat Anda akan belajar langsung tentang dream, spirit, lagi passion.
- sekiranya ingin menjadi entrepreneur, maka bekerjalah di perusahaan kecil karena (lagi-lagi) Anda bisa belajar tentang dream, spirit, dan passion langsung dari si founder.
Dengan kata lain, menurut Jack Ma, "Pikirkan which boss, BUKAN which company." Ini petuah yang sangat tajam dan menukik, menurut saya. Sulit terbantahkan.
Lebih jauh, saya sebagai entrepreneur melihat sebuah kebijaksanaan yang berimbang di sini, terutama untuk orang-orang berusia 20-an dan 30-an. Apa itu?
Di satu sisi, kita dianjurkan untuk berani mengambil risiko. Di sisi lain, kita dianjurkan untuk mengurangi risiko dengan adanya mentor (boss yang tepat).
At last, happy action! Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Tampilkan postingan dengan label Motivator Dunia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivator Dunia. Tampilkan semua postingan
Rabu, 07 Desember 2016
Rabu, 02 November 2016
Motivator Dunia, Ippho Santosa, Motivator Indonesia, Motivator Bisnis
Motivator Dunia, Motivator Indonesia, Motivator Bisnis
Dalam dunia kerja dan usaha, tak baik kalau kita punya sifat mendendam.
Suatu ketika Donald Trump mengundang Richard Branson. Kita sama-sama tahu, kedua-duanya termasuk dalam 500 orang terkaya di dunia. Singkat cerita, Trump dan Branson pun berjumpa empat mata. Ya, ini kisah nyata.
Salah satu ucapan Trump yang diingat oleh Branson adalah, "Saya akan menghabiskan sisa umur saya untuk menghancurkan lima orang." Duh, ini soal dendam. Sama sekali nggak baik. Branson pun berusaha menasehati Trump, tapi sepertinya nasehat itu tidak digubris oleh Trump.
Ya, Trump mengaku mendendam terhadap lima orang. Dan ketika debat capres Amerika dengan Hillary, terlihat juga wajah dan ucapan mendendam dari Trump. Apakah Anda merasakannya?
Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam? Itu kan merusak kesehatan!
Lapang hati, insya Allah itu jauh lebih baik. Ini sering saya sampaikan dalam seminar-seminar motivasi bersama TK Khalifah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Dalam dunia kerja dan usaha, tak baik kalau kita punya sifat mendendam.
Suatu ketika Donald Trump mengundang Richard Branson. Kita sama-sama tahu, kedua-duanya termasuk dalam 500 orang terkaya di dunia. Singkat cerita, Trump dan Branson pun berjumpa empat mata. Ya, ini kisah nyata.
Salah satu ucapan Trump yang diingat oleh Branson adalah, "Saya akan menghabiskan sisa umur saya untuk menghancurkan lima orang." Duh, ini soal dendam. Sama sekali nggak baik. Branson pun berusaha menasehati Trump, tapi sepertinya nasehat itu tidak digubris oleh Trump.
Ya, Trump mengaku mendendam terhadap lima orang. Dan ketika debat capres Amerika dengan Hillary, terlihat juga wajah dan ucapan mendendam dari Trump. Apakah Anda merasakannya?
Alhamdulillah saya ditakdirkan bertemu kedua-duanya, Trump dan Branson, dalam dua kesempatan terpisah. Sempat ngobrol juga. Jujur saja, saya lebih setuju dengan pendapat Branson ketimbang Trump. Buat apa mendendam? Itu kan merusak kesehatan!
Lapang hati, insya Allah itu jauh lebih baik. Ini sering saya sampaikan dalam seminar-seminar motivasi bersama TK Khalifah. Sekian dari saya, Ippho Santosa. Semoga berkah berlimpah!
Senin, 31 Oktober 2016
Motivator Bisnis, Ippho Santosa, Motivator Dunia, Motivator Indonesia
Motivator Bisnis, Motivator Dunia, Motivator Indonesia
Sedekah, bolehkah diperlihatkan? Boleh-boleh saja, asalkan niatnya terjaga. Misalnya ingin memberi contoh dan keteladanan. Bukan pamer, bukan bangga-banggaan.
Studi San Francisco State University menemukan sikap pamer setelah melakukan kegiatan tertentu hanya akan mengurangi kebahagian hidup. Malahan uang yang dihabiskan untuk pamer dan membuat orang lain terkesan, hanya akan mendatangkan kehampaan.
Penelitian ini melibatkan 241 responden yang memiliki hobi-hobi tertentu yang bisa menghabiskan uang. Menurut peneliti Ryan Howell, hal ini tidak terlepas dari motivasi dasar manusia. Keinginan pamer itu merusak kebutuhan psikologis. Jadilah mengurangi kebahagian hidup dan mendatangkan kehampaan hidup.
Kembali soal sedekah. Kita semua tahu bahwa sedekah itu menyehatkan. Endorfin, dofamin, dan serotonin meningkat saat kita bersedekah. Menyehatkan.
Selama ini terkadang jarang orang sadar, ternyata pintu surga, pintu bahagia, dan pintu rezeki itu bersebelahan. Satu arah. Tatkala Anda berbuat baik termasuk bersedekah, maka itu insya Allah akan mendekatkan Anda pada surga, bahagia, dan rezeki.
Seminar-Motivasi-Ippho-Santosa-TK-Khalifah-Motivasi-Diri-Motivasi-Sukses-ESQ
Seminar-Motivasi-Ippho-Santosa-TK-Khalifah-Motivasi-Diri-Motivasi-Sukses-ESQ
Jangan lagi Anda berpikir, Anda hanya bisa mendapatkan rezeki dengan mengorbankan kebahagiaan dan mengorbankan surga. Atau, Anda hanya bisa mendapatkan surga dengan mengorbankan kebahagiaan dan mengorbankan rezeki. Ini keliru! Benar-benar keliru!
Seorang pemenang berhak mendapatkan semuanya: surga, bahagia, dan rezeki. Berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Sedekah, bolehkah diperlihatkan? Boleh-boleh saja, asalkan niatnya terjaga. Misalnya ingin memberi contoh dan keteladanan. Bukan pamer, bukan bangga-banggaan.
Studi San Francisco State University menemukan sikap pamer setelah melakukan kegiatan tertentu hanya akan mengurangi kebahagian hidup. Malahan uang yang dihabiskan untuk pamer dan membuat orang lain terkesan, hanya akan mendatangkan kehampaan.
Penelitian ini melibatkan 241 responden yang memiliki hobi-hobi tertentu yang bisa menghabiskan uang. Menurut peneliti Ryan Howell, hal ini tidak terlepas dari motivasi dasar manusia. Keinginan pamer itu merusak kebutuhan psikologis. Jadilah mengurangi kebahagian hidup dan mendatangkan kehampaan hidup.
Kembali soal sedekah. Kita semua tahu bahwa sedekah itu menyehatkan. Endorfin, dofamin, dan serotonin meningkat saat kita bersedekah. Menyehatkan.
Selama ini terkadang jarang orang sadar, ternyata pintu surga, pintu bahagia, dan pintu rezeki itu bersebelahan. Satu arah. Tatkala Anda berbuat baik termasuk bersedekah, maka itu insya Allah akan mendekatkan Anda pada surga, bahagia, dan rezeki.
Seminar-Motivasi-Ippho-Santosa-TK-Khalifah-Motivasi-Diri-Motivasi-Sukses-ESQ
Seminar-Motivasi-Ippho-Santosa-TK-Khalifah-Motivasi-Diri-Motivasi-Sukses-ESQ
Jangan lagi Anda berpikir, Anda hanya bisa mendapatkan rezeki dengan mengorbankan kebahagiaan dan mengorbankan surga. Atau, Anda hanya bisa mendapatkan surga dengan mengorbankan kebahagiaan dan mengorbankan rezeki. Ini keliru! Benar-benar keliru!
Seorang pemenang berhak mendapatkan semuanya: surga, bahagia, dan rezeki. Berkah berlimpah. Sekian dari saya, Ippho Santosa.
Langganan:
Postingan (Atom)




